Admin Message · Journey

Trip to Korea #PSA3-(Day 2)

Hello! 

Gawat nih. Seperti ada yang menekan tombol fast forward dan tiba-tiba saja sudah satu tahun berlalu sejak postinganku sebelumnya tentang berlibur ke Korea. Aku benar-benar minta maaf karena sempat menunda menulis kisah perjalananku pada akhir tahun 2015 yang lalu. Menjadi seorang siswi tingkat akhir di SMA rasanya benar-benar sibuk. Aku terus menjalani rutinitas yang sama dan tanpa henti. Bangun, pergi ke sekolah, belajar, pulang, les, dan belajar lagi. Terus seperti itu sampai tiba-tiba, aku lulus, dan sebentar lagi akan masuk kuliah! #Yeay

Jadi, mudah-mudahan kalian semua masih sudi membaca tulisanku tentang perjalanan yang sebenarnya sudah terjadi sangat lama ini hahaha… Perjalanan ke Korea ini adalah hadiah dari Grasindo kepadaku karena telah memenangkan #PSA3. Bersama dengan para pemenang lainnya, editor beserta staf Grasindo, Grup Kompas, IKAPI, dan Korean Cultural Center kami semua berangkat ke Korea pada tanggal 4 Oktober 2015 dan kembali ke tanah air pada tanggal 9 Oktober 2015.

Kalian bisa membaca bagian pertama dari perjalananku disini.

So, let’s get started!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hari pertama berakhir dengan kembalinya kami ke hotel setelah menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh Korean Publishers. Sebelum tidur, aku dan para pemenang lain sempat berkumpul di lobby bersama Mba Anin Patrajuangga (editor) dan Profesor Tengsoe. Walaupun singkat, namun obrolan kami malam itu sangat bermanfaat. Profesor Tengsoe selaku juri dan dosen di Hankuk University secara langsung mengomentari naskah kami satu persatu dan memberikan alasan mengapa beliau memilih kami semua sebagai pemenang. Tidak hanya itu, Profesor Tengsoe juga menyampaikan analisis mendalam tentang budaya, dinamika sosial, dan karakter masyarakat Korea. Pokoknya, malam itu aku benar-benar mendapat pelajaran baru dan sangat bersyukur atas kesempatan tersebut.

Jadwal yang cukup padat di hari pertama serta sulitnya mencari wifi gratis ketika berada di luar hotel, membuat aku tidak langsung tertidur begitu kembali ke kamar. Saat itu sebenarnya sudah pukul dua belas malam di Korea. Tapi, karena waktu di Jakarta dua jam lebih lambat dari Seoul, maka aku menyempatkan diri untuk menelpon keluargaku dan mengobrol sebentar.

DAY 2

Sebenarnya, aku bukan tipe yang mudah tertidur di sembarang tempat loh hehehe… Tidak perduli senyaman apa atau sebagus apa hotelnya, aku cenderung susah terlelap kecuali di kamarku sendiri. Jadi, ketika aku terbangun keesokan paginya, aku cukup terkejut juga mendapati diriku benar-benar pulas. Bahkan hampir kesiangan. Untung saja aku tidak lupa memasang alarm sebelumnya.

Nah, setelah mempersiapkan diri, bersama dengan para pemenang lainnya, akupun turun menuju restoran hotel di lantai bawah untuk sarapan. Menu makanannya lengkap dengan berbagai pilihan yang membuatku sedikit kalap dan makan berkali-kali hehehe… Oh iya ada sedikit fun fact loh! Ternyata, restoran hotel ini adalah tempat yang digunakan untuk shooting Drama Weightlifting Fairy Kim Bok Joo! Tepatnya pada adegan dimana Bok Joo, Joon Hyung, dan Jae-Yi makan bersama. Waktu menonton drama itu, jujur aku sedikit merasa familiar dengan tempatnya. Dan ternyata, aku pernah ada di sana!

Setelah selesai sarapan dan Paul (pemandu tur) kami datang, perjalanan hari kedua pun dimulai. Destinasi pertama kami adalah Trick Eye Museum di Mapogu. Lihat deh, tampak depan gedungnya saja sudah sangat mengecohkan mata ya? Hehehe…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Setelah memasuki gedung, barulah kami mengetahui bahwa tidak hanya ada satu museum saja melainkan ada tiga lainnya! Yaitu Ice Museum, Circus, dan Love Museum.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Di bawah ini adalah Oppa tampan yang menyambut kami saat menuruni tangga menuju museum yang berada di underground level. 

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Di dalam Trick Eye Museum…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Saranku bagi kalian yang ingin mengunjungi Trick Eye Museum adalah jangan lupa untuk mengisi baterai ponsel atau kamera sampai penuh! Kenapa? Karena semua lokasi foto di dalam Trick Eye museum sangat unik dan sayang bila dilewatkan. Benar-benar instagram worthy! 

Puas berfoto ria, kami pun memasuki Ice Museum. Kesan pertamaku untuk museum ini adalah… Dingin! Semua pajangannya merupakan pahatan es yang dibentuk menjadi berbagai macam figur. Aku pun hanya melihat-lihat sebentar saja karena merasa menggigil di dalam sana.

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Sayangnya, saat itu bagian Circus belum buka. Jadi aku tidak sempat berfoto dan segera pergi untuk kembali menuju bus. Oh iya, aku juga hanya mengambil gambar bagian depan pintu masuk Love Museum saja karena lagi-lagi, aku tidak masuk ke dalam. Kenapa? Soalnya aku belum cukup umur waktu itu hehehe…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Setelah mengunjungi Istana Gyeongbokgung pada hari pertama, lagi-lagi kami menyambangi salah satu lokasi yang juga menjadi ikon Kota Seoul. Dimanakah itu? Jongnogu! Mungkin kalian belum familiar bila mendengar namanya. Tapi, jika melihat gambar patung di bawah ini kalian langusng terbayang kan dengan tempat yang kumaksud?

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Tujuan kami berada di Jongnogu adalah untuk mengunjungi salah satu toko buku paling terkenal dan terlengkap di Korea. Yaitu, Kyobo Bookstore. Awalnya, aku sempat tidak antusias ketika mendengar nama tempatnya. Karena menurutku, toko buku juga banyak di Indonesia. Dan memangnya apa sih yang membuat toko buku ini spesial? Lalu, setelah melihat ke dalam, barulah aku menyadari bahwa toko buku ini hampir menyamai mall. Semuanya lengkap. Mulai dari buku, alat tulis, craft paper & tools, album dll. Bahkan aku hampir saja tergoda untuk memborong album-album artis Korea. Untung aku ingat bahwa masih ada keluarga dan teman-teman yang perlu diberikan oleh-oleh. Kalau tidak, mungkin uangku sudah habis di tempat itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Sayangnya, karena ada larangan untuk memotret, jadi aku tidak bisa mengambil gambar di bagian dalam toko buku. Kalau kalian masih penasaran, kalian bisa Googling sendiri ya! Hehehe…

Asyik berkeliling dan membeli oleh-oleh membuat kami semua lupa waktu. Tiba-tiba saja sudah jam makan siang dan Paul pun membawa kami menuju restoran. Kali ini, menu makan siang kami adalah Samgyetang atau sup ayam ginseng!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Masing-masing dari kami mendapatkan satu ayam utuh dengan porsi yang besar. Benar-benar pengalaman makan siang yang mengenyangkan! Rasa Samgyetang asli di Korea pun sangat lezat. Kuahnya kaya akan rasa dan daging ayam yang sudah di masak lama membuat teksturnya menjadi lembut. Kalau bagian tengah ayamnya dibelah, akan ada nasi yang menambah lengkap makan siang ini!

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Perut kenyang, hati senang! Ungkapan itu memang cocok sekali untuk kami. Tidak ingin membuang waktu, selepas makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata berikutnya yaitu Korean Folk Village!

Sayangnya, tanpa diketahui ternyata tempat wisata itu sedang tutup karena digunakan sebagai lokasi shooting untuk drama. Jadi kami hanya bisa melihat-lihat di bagian luar saja. Eits… Tapi jangan khawatir. Karena destinasi berikutnya adalah Namsan Tower!

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Bagi pecinta Korea, siapa sih yang tidak tahu apa itu Namsan Tower? Namsan Tower adalah lokasi wisata andalan Kota Seoul yang sangat terkenal. Menara ini dibangun di atas gunung Namsan dan dari puncaknya, kita bisa melihat seluruh pemandangan Kota Soeul yang indah.

Untukku yang pernah menulis tentang Namsan Tower di buku pertamaku yaitu Saranghaeyo Ajeossi, mengunjungi tempat ini benar-benar spesial. Aku antusias sekali sampai-sampai tidak bisa berhenti terperangah. Tidak menyangka karena aku bisa menginjakkan kaki di salah satu tempat yang selalu ingin aku datangi.

Ada dua cara untuk mencapai menara dari pintu masuk lokasi wisata. Satu, dengan menggunakan cable car dan kedua dengan berjalan kaki melewati jalanan menanjak. Saat itu, aku memilih cara yang kedua. Pada sisi kanan dan kiri jalanan ditumbuhi pepohonan rindang dan kami disajikan pemandangan menakjubkan dari atas bukit yang indah.

Berikut ini adalah sedikit gambar dari pintu masuk lokasi wisata…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Romantis bukan? Selain terkenal akan keindahannya, Namsan Tower juga menjadi destinasi wisata favorit bagi para pasangan. Begitu aku turun dari bus dan menunggu, aku sempat menghampiri pagar pembatas di pinggir bukit untuk melihat pemandangan dari atas. Dan tanpa sengaja, aku menemukan tulisan itu hehehe… Tapi jangan ditiru ya. Karena mencorat-coret di sembarang tempat itu tidak boleh!

Dan… Inilah Namsan Tower!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESKebetulan saat aku berkunjung, sedang ada pertunjukkan tradisional yang sedang berlangsung. Aku tidak terlalu tahu tentang detil pertunjukkannya karena ketika sampai, aku dan editorku segera masuk ke dalam untuk menuju puncak menara. Dengan lift berkecepatan tinggi, kami pun tiba dalam hitungan detik saja dan disambut oleh pemandangan menakjubkan!

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Tidak lengkap nih kalau aku belum menunjukkan area ‘gembok cinta’ yang sangat terkenal. Dan seperti dugaanku, area itu memang sangat ramai dipadati pasangan. Jadi iri melihatnya hahaha…

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Cukup lelah karena berjalan jauh, aku tertidur selama perjalanan di bus ketika menuju salah satu pusat budaya Korea. Disana, aku mencoba baju-baju hanbok lalu berfoto dan membeli oleh-oleh loh! Oh iya, tidak lupa juga kami diajari bagaimana caranya membuat Kimchi!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hari kedua ini memang yang paling padat dari seluruh rangkaian perjalanan kami di Korea. Setelah seharian mengelilingi Seoul, sore harinya kami harus segera berangkat menuju Paju Book City sehingga tidak sempat lagi untuk kembali ke hotel. Jadi, kami pun mengganti kaus kami dengan pakaian lebih formal yang telah kami siapkan sejak pagi di pusat kebudayaan Korea dan beristirahat di bus. Perjalanan menuju Paju sendiri kurang lebih memakan waktu satu jam lewat jalan bebas hambatan dari Seoul.

Untuk kalian yang belum tahu, Paju Book City adalah kompleks kultural yang terletak di Kota Paju, Provinsi Gyeonggi. Kawasan ini dikembangkan oleh pemerintah untuk merencanakan, memproduksi, dan mendistribusikan buku-buku dari penerbit. Di kawasan ini, banyak sekali perpustakaan, toko buku, kafe buku, hingga rumah bagi ratusan penerbit.

Menurutku pribadi, Paju Book City jauh lebih tenang dari Seoul. Jalanannya juga lebih lengang karena penduduknya yang belum begitu banyak. Desain bangunan serta rumah-rumahnya pun sangat moderen dan minimalis. Namun, kalian tetap bisa menemukan beberapa rumah tradisional di sini.

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAM_0686.JPG

Alasan kami mengunjungi Paju adalah untuk menghadiri Paju Book Award 2015. Bagiku yang saat itu baru akan menginjak usia 16 tahun, menghadiri sebuah acara berskala internasional dan sangat bergengsi seperti ini merupakan sebuah pengalaman berharga. Semua tamu berusia lebih tua dibandingkan aku. Selain itu, mereka juga merupakan orang-orang profesional yang terdiri dari editor-editor ternama, penulis dan para direktur penerbit dari berbagai negara. Ini juga merupakan acara pertama yang pernah kuhadiri dimana disediakan interpreter untuk menterjemahkan. Kalian hanya perlu memasang alat khusus ditelinga kalian dan langsung bisa mendengar terjemahan dari bahasa yang kalian pilih.

SAM_0682.JPG

Selain mendengarkan pidato, pengumuman penerima penghargaan, dan penampilan, kami juga diberikan jamuan makan malam oleh pihak penyelenggara. Semua menu merupakan makanan tradisional Korea yang mewah. Masing-masing dari kami diberikan dua minuman beralkohol. Aku pribadi kurang tahu apa nama alkohol dengan botol berwarna kuning pada gambar di bawah. Tapi yang pasti, minuman disampingnya itu adalah Makgeolli. Dan ketika mencobanya waktu itu, menurutku sampai saat ini Makgeolli adalah minuman beralkohol paling enak yang pernah kurasakan. Bahkan lebih enak dari Baileys hehehe… Sayangnya, saat itu aku tidak tahu bahwa minuman itu boleh dibawa pulang. Karena kalau begitu, mungkin aku sudah membawa semua botol Makgeolli di meja kami.

SAM_0676.JPG

Setelah berfoto, kami pun pulang ke Seoul sekitar pukul sembilan. Dan kalau kalian mengira bahwa aku kembali ke hotel dan langsung tidur setelahnya, maka kalian salah besar! Ya, aku memang sempat ke hotel. Tapi hanya untuk mengganti jaket dengan yang lebih tebal dan langsung pergi untuk menikmati malam di Seoul.

Seperti yang pernah aku sebutkan pada postingan pertama, Hotel Marigold tempatku menginap terletak di Distrik Hongdae. Jadi, kami pun sepakat untuk berkeliling dan melihat-lihat suasana malam di salah satu daerah yang terkenal sebagai pusat ‘anak muda’-nya Korea yang tidak pernah mati hingga pagi menjelang lagi.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Di daerah Hongdae juga sering diadakan street band performance loh!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nah, pada malam keduaku di Korea ini, aku mengunjungi Hongdae belum untuk berbelanja. Jadi, kalau kalian ingin tahu pengalamanku berbelanja, tunggu bagian berikutnya ya!

Walaupun kami sudah makan malam, udara yang dingin membuat kami cepat merasa lapar lagi. Akhirnya, dengan tawaran direktur Korean Cultural Center yang ingin mentraktir, kami dibawa ke salah satu Kedai Tteokbokki yang cukup terkenal di Hongdae.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

 

Sekedar informasi, sebagian besar kedai-kedai di Korea itu memiliki sistem self service. Jadi kalian akan memesan secara langsung, membawa makanan sendiri, dan harus membersihkan sisa makanan dan piring kotor kalian sendiri dengan membawanya ke tempat yang telah disediakan. Oh iya! Kalau kalian ingin memesan minum, lebih baik segera katakan dengan spesifik ya apakah kalian ingin memesan air putih, soda, atau semacamnya. Karena kalau tidak, salah-salah kalian justru diberikan air kaldu rebusan jeroan dan usus yang memang sudah menjadi teman makan dan salah satu ciri khas masyarakat Korea.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Inilah Tteokbokki atau kue beras khas Korea terenak yang pernah kumakan! Tekstur kue berasnya empuk dan rasanya seakan meleleh di mulut. Belum lagi saus pedas dan kental yang menambah kelezatan makanan ini. Membuat aku jadi semangat lagi untuk berkeliling. Maaf ya karena agak berantakan. Waktu itu kami lapar sekali hehehe…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Teman-teman… Begitulah cerita pengalamanku pada hari kedua di Korea. Awalnya aku ingin menuntaskan ceritaku pada postingan ini. Namun, melihat bahwa sepertinya sudah terlalu panjang, maka akan ada satu postingan terakhir lagi yang masih menceritakan perjalananku di Korea tahun 2015 lalu. Jadi, sampai jumpa di postingan selanjutnya dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

[All pictures were taken by me with SAMSUNG NX MINI]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s