Trip to Korea #PSA3-(Day 1)

Halo semuanya!

Rasanya sudah lama sekali tidak menyapa kalian semua. Sebelumnya, aku ingin minta maaf karena sudah tidak dapat aktif di blog lagi seperti dulu karena semakin hari aku semakin sibuk dengan urusan sekolah juga penulisan novel. Tunggu novel ke-4 ku ya! Hehehe…

Jadi, di post kali ini aku ingin menceritakan perjalanan ku ke Seoul, Korea Selatan tahun lalu. Tepatnya 4 sampai 9 Oktober 2015 ketika musim gugur sedang berjalan dan daun-daun kekuningan menjadi latar belakang pemandangan kota. Oh iya, sebelumnya, aku ingin memperingatkan bahwa post kali ini akan dibanjiri dengan banyak sekali gambar-gambar. Jadi, tidak usah menunggu lama-lama dan…

Let’s get started!

~***~

Perjalanan kami menuju Korea Selatan dimulai pada tanggal 4 Oktober 2015. Pesawat yang kami naiki baru lepas landas sekitar pukul sebelas malam menurut jadwal, membuat kami harus menghabiskan waktu sambil tertidur di kursi pesawat yang menurutku kurang nyaman. Belum lagi, penerbangan yang berlangsung kurang lebih tujuh jam ini sempat diwarnai sedikit turbulence yang membuat kepalaku pusing.

Namun, ketika membuka mata, kami sudah disajikan dengan sarapan dan mentari pagi yang terang benderang. Tidak lama setelah kami menghabiskan sarapan, pesawat kami pun mendarat di Incheon Airport. Setelah keluar dari pesawat dan mengambil kopor serta barang-barang di bagasi, kami semua segera keluar dari bandara dan mendapati suasana menakjubkan Incheon!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sepertinya ketika masih di Jakarta, aku sempat berlebihan membayangkan betapa dinginnya Korea pada awal musim gugur. Karena ternyata, ketika kami keluar dari pintu bandara, justru angin sejuk yang menerpa. Suhu pada saat itu kira-kira masih 17 derajat celcius. Langsung saja, bersama pemandu kami yang merupakan warna negara asli Korea namun sangat fasih berbicara Bahasa Indonesia, Paul, kami menaiki bus khusus yang disiapkan oleh Korean Cultural Center untuk langsung menuju Seoul.

Selama di bus, Paul tidak berhentinya menjelaskan tentang Korea Selatan. Informasi yang ia selingi dengan gurauan membuat kami merasa nyaman. Aku bahkan tidak henti-hentinya memotret dari dalam bus. Sungguh bahagia bisa menginjakkan kaki di negara impian yang sebelumnya hanya bisa aku lihat di dalam drama atau gambar dari internet. Incheon sendiri adalah kota tidak begitu jauh dari Seoul. Aku sedikit lupa berapa lama perjalanan menuju Seoul, tapi sepertinya tidak memakan waktu satu jam dengan kondisi jalanan yang padat namun tidak macet seperti di Jakarta hihihi…

SAM_0138.JPGSAM_0141.JPGSAM_0147.JPG

SAM_0152.JPG

Gambar-gambar di atas adalah pemandangan Kota Seoul. Aku ingat sekali ketika Paul mengatakan bahwa Kota Seoul terletak di dataran tinggi yang berbukit-bukit. Itu sebabnya kalian banyak menyaksikan adegan-adegan ketika para tokoh di drama berjalan menanjak menuju rumah mereka. Paul juga berbagi cerita bahwa harga tanah di Seoul sangat mahal. Begitu juga dengan bangunannya. Sehingga, biasanya hanya orang-orang kaya saja yang mampu membangun rumah sendiri. Sebagian besar penduduk  hanya menyewa apartemen atau menyewa rumah dengan harga yang cukup tinggi pula. Aku benar-benar senang menyaksikan hiruk pikuk Kota Seoul. Gunung-gunung yang tampak di kejauhan memberikan kesan indah ketika berpadu dengan gedung-gedung tinggi serta bangunan-bangunan tradisional Korea. Membuat masa lalu dan masa kini bersatu harmonis.

Tempat wisata pertama kami adalah Museum Korea serta Istana Gyeongbokgung yang sepertinya terletak di satu wilayah. Karena setelah melihat-lihat museum, kami hanya perlu berjalan sedikit untuk masuk ke area Istana Gyeongbokgung.

SAM_0173.JPG

Pertama, kami memasuki museum untuk melihat berbagai peninggalan budaya Korea Selatan. Di sepanjang jalan seperti gambar di atas, banyak patung-patung berbentuk unik yang menghiasi taman.

SAM_0175.JPGSAM_0176.JPGSAM_0177.JPGGambar patung di atas (maaf karena posisinya terbalik ><) memiliki cerita yang unik. Kata Paul, jika ingin memiliki anak laki-laki atau perempuan, ibu yang sedang mengandung bisa memegang hidung atau salah satu bagian dari patung tersebut yang sayangnya aku sedikit lupa dengan detil informasinya hahaha…

Setelah berjalan beberapa waktu, kami segera memasuki museum yang interiornya moderen namun banyak aksen tradisional di dalamnya. Di bawah ini, aku akan mencantumkan banyak foto tentang barang pajangan di museum tersebut yang sangat beragam. Mulai dari miniatur hingga interior rumah penduduk Korea pada zaman dahulu.

SAM_0202.JPGSAM_0204.JPGSAM_0207.JPGSAM_0210.JPGSetelah cukup melihat-lihat, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah tradisional Korea yang masih terletak di satu komplek wisata. Jalan menuju rumah-rumah tradisional tersebut di hiasi oleh taman yang indah. Pohon-pohon tumbuh rindang di sisi jalan membuat kita terasa jauh dari perkotaan. Suasana pun sunyi. Hanya diiringi dengan kicauan burung atau suara-suara dari para wisatawan.

SAM_0225.JPGSAM_0226.JPGSAM_0228.JPGKalian tahu drama apa yang terbayang di benakku ketika mengunjungi pedesaan ini? Yup! Princess Hours. Paul sempat menjelaskan bahwa pedesaan ini cukup luas. Banyak pula jalan kecil yang menghubungkan pedesaan dengan istana. Jalan kecil itu memungkinkan kita untuk memperpendek waktu tempuh dari desa menuju istana.

Setelah puas berfoto di rumah-rumah tradisioanl ini, kami segera bergegas menuju primadona wisata kami kali ini. Istana Gyeongbokgung yang megah! Istana peninggalaan Dinasti Joseon ini adalah istana termegah yang pernah dibangun. Hanya ingin menambahkan, istana inilah yang sering kalian lihat di iklan promosi Seoul.

SAM_0253.JPGSAM_0255.JPGSAM_0256.JPGSAM_0262.JPGMegah sekali bukan? Jika kalian beruntung, maka kalian juga bisa melihat acara kecil ketika para pengawal istana berbaris. Sayangnya ketika kami datang, pertunjukan itu sedang tidak berlangsung. SAM_0271.JPGIni adalah gambar bangunan yang kami lihat ketika sedang menyebrang jalan. Cantik bukan? Melihat sebuah bangunan tradisional ketika sedang melintasi gedung-gedung di tengah lalu-lalang kendaraan. Hal inilah yang membuat aku terpikat dengan Seoul. Rasanya begitu nyaman seperti di rumah.

Waktu telah menunjukkan pukul 12 siang. Ini adalah waktu yang kami tunggu-tunggu. Makan siang, sekaligus makan pertama kami di Korea Selatan. Kurang lebih kami menaiki bus selama 30 menit menuju Jayeon Byeolgog, restoran buffe yang terletak di lantai atas sebuah gedung. Di lantai bawah, banyak tersedia baju-baju bahkan sepatu yang harganya terjangkau. Untung sepasan sepatu yang lucu, kalian hanya perlu mengeluarkan 10.000 Won saja.

SAM_0272.JPGItu dia makan siangku! Tidak perlu ditanyakan lagi, rasanya sangat lezat! Untuk makanan penutup, aku memilih es krim serta jeruk Jeju yang cukup unik rasanya. Karena, tidak seperti yang kubayangkan, Jeruk Jeju rasanya asam dan sedikit pahit. Hehehe…

Setelah makan siang, kami pun memilih untuk beristirahat serta check-in di hotel. Untuk beberapa hari ke depan kami menginap di Marigold Hotel yang terletak di Hongdae. Setelah beristirahat, mandi serta bersiap, pada sore harinya kami berjalan kaki menuju gedung kantor Korean Publishers atau sering disingkat ‘KOPUS’ untuk mengadakan pertemuan selamat datang serta melihat sekolah editor yang terletak di gedung tersebut. Setelah acara selesai, kami sempat berfoto di depan gedung. Jadi, aku menggunakan momen itu untuk megambil banyak foto. SAM_0288.JPGSAM_0292.JPGSAM_0294.JPGSAM_0295.JPGSuasananya sedikit mirip di Jepang bukan? Melihat suasana seperti ini membuatku langsung teringat dengan drama-drama yang sering ku saksikan. Rasanya senang sekali bisa menghirup udara yang sama dengan artis-artis idolaku ><

Untuk makan malam, kami dijamu cukup meriah oleh KOPUS. Kami berjalan sedikit menuju restoran tradisional Korea dan menyantap banyak makanan khas yang disajikan. Kami sempat bertanya-tanya dengan cara jamuan Korea yang menarik. Dari awal makan malam, kami selalu disuguhi dengan lauk pauk tanpa henti. Namun, ketika hampir selesai, kami justru baru diberikan nasi. Nasi Korea pun berbeda, Nasi mereka dicampur dengan ketan hingga teksturnya lebih kenyal. Nasinya pun dibungkus dengan daun dan ditaburi kacang-kacangan. Sepertinya karena menyadari wajah kebingungan kami, Paul pun menjelaskan bahwa di Korea, nasi selalu dihidangkan terakhir. Alasannya pun sangat masuk akal. “Nasi disajikan terakhir agar tamu bisa mencicipi semua lauk pauk. Jadi tidak langsung kenyang!” Jelas Paul.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nama restoran tempat kami menikmati jamuan makam malam adalah Deul Pool.Oh iya, Korea Selatan juga memiliki tradisi unik untuk acara makan malam. Kami akan disuguhi soju  (minuman fermentasi beralkohol Korea) yang dicampur dengan bir dan harus meminumnya sampai habis. Jika berhasil menghabiskan soju-nya, maka kami akan dianggap teman oleh orang Korea. Unik bukan? Sayangnya karena masih di bawah umur, aku tidak boleh ikut minum. Tapi, aku tetap mencicipi rasa soju Korea. Dan tebak seperti apa rasanya? Menyengat! Hehehe… Aku sempat bergidik ketika mencicipi soju. Perutku juga langsung terasa hangat. Namun, jika kalian tidak suka dengan rasa pahit dan sangat menyengat dari soju, kalian bisa mencampurnya dengan bir. Anak di bawah umur tidak boleh minum ya! Hahaha…SAM_0303.JPGSuasana malam di Hongdae begitu memesona. Jalanan ramai dengan anak-anak muda yang berkumpul dan lampu-lampu menghiasi setiap sudut. Untuk menutup malam pertamaku di Seoul, aku membuka kaca jendela dan memotret sebuah landskap indah untuk kubawa pulang. Hari pertama resmi berakhir!

SAM_0335.JPGMau tahu seperti apa Namsan Tower? Atau uniknya Trick Eye Museum? Tunggu Trip to Korea #PSA3-(Day 2) ya! Oh iya, jangan lupa leave comment kalau kamu punya pertanyaan tentang tempat-tempat di atas. Siapa tahu aku bisa jawab hehehe~ See you at the next post!

 

[All pictures were taken by me with SAMSUNG NX MINI]

Advertisements

2 thoughts on “Trip to Korea #PSA3-(Day 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s