Daylight

[Pic] ~Daylight~

A Songfic by Dreamcreampiggy.

Maroon 5

Daylight

Kris (EXO-M)| Xi Meili (OC)

Here I am waiting, I’ll hate to leave soon, why am I holdin’ on

We knew this day would come, we knew it all along

How did it come so fast

This is our last night, but it’s late and I’m tryin’ not to sleep

‘cause I know, when I wake I will have to slip away

Kris berdiri sambil terdiam di depan sebuah pintu kayu yang terkesan sangat mewah dan mahal. Dengan kepala yang tertunduk dan asap yang tak henti-hentinya mengepul keluar dari mulutnya ketika ia bernapas. Udara yang menusuk kulit di musim dingin tak menghalanginya sama sekali untuk tetap menunggu seseorang datang. Wajah Kris sudah memerah menahan segala emosi dan kesedihan yang sudah mencapai ubun-ubun. Ia tak menyangka waktu akan bergulir begitu cepat hingga kini ia harus melepaskan sesuatu yang paling berharga dan pergi.

“Kris…”, sebuah suara perempuan yang terdengar lembut membuatnya mengangkat kepalanya dan mendapati seorang perempuan yang selama ini ia tunggu akhirnya datang.

“Meili.”, kata Kris. Tanpa ia sadari sudut-sudut bibirnya tertarik menunjukan sebuah senyuman. Kehadiran perempuan di hadapannya tak pernah memberikan Kris perasaan sedih. Ia selalu gembira kecuali saat ini. Senyuman Kris bukan lagi senyuman yang mengungkapkan perasaan bahagia, namun mengungkapkan perasaan sedih yang tertunda.

“Kau menungguku? Di cuaca sedingin ini?”, Meili segera mengeluarkan sebuah kunci dari tas tangannya dan membuka pintu rumahnya. Kris dengan segera memasuki rumah itu. Ia menepuk-nepuk pundaknya yang terkena sedikit salju.

“Boleh aku menginap hari ini? Hanya semalam.”

Meili menyampirkan jaketnya di gantungan yang terletak di belakang pintu dan pura-pura menepuk-nepuk jaket itu. Bulir-bulir air mata lama kelamaan terjatuh dan membasahi pipinya. Dan dengan secepat yang ia bisa ia menghapus air mata itu dan mengangguk.

“Aku harap bukan untuk yang terakhir kali.”, jawab Meili yang segera melangkah ke ruangan tengah. Kris tersenyum. Ia tak akan tidur malam ini. Karena ia ingin menghabiskan malam ini untuk memandangi wajah perempuan di hadapannya itu untuk yang terakhir kali.

“And when the daylight comes I’ll have to go

But, tonight I’m ‘gonna hold you so close

‘Cause in the daylight, we’ll be on our own

But, tonight I need to hold you so close”

 

Kris menatap wajah Meili yang sedang tertidur di pundaknya. Mengusap wajahnya pelan lalu segera mengambil Remote  TV dan mematikannya. Memindahkan tubuh Meili dengan mengangkat tubuhnya sehati-hati mungkin dan berjalan menuju kamarnya di lantai atas yang sudah di ketahui Kris sejak dulu. Ia pasti akan merindukan rumah ini, dan pasti ia akan merindukan perempuan yang berada di gendongannya sekarang.

Kris merebahkan tubuh Meili di tempat tidurnya dan beranjak untuk kembali ke ruang tengah sebelum tangan dingin Meili menyentuhnya dan memintanya untuk tetap di sana menemaninya. Kris tersenyum menyembunyikan rasa sedihnya dan terduduk di samping Meili. Detik berikutnya Meili sudah memeluk tubuh Kris erat-erat seakan tak ingin pria itu pergi.

“Berbahagialah dengan tunangan mu nanti.”, kata Kris dengan suara bergetar. Berusaha menahan air mata yang ingin mengalir keluar sedari pertama ia melihat Meili.

Kris menundukan kepalanya dan merasakan Meili bergetar dan terisak. Kris mengeratkan pelukannya pada Meili dan mengusap kepala perempuan itu pelan. Mencoba agar ia tak menangis lagi. Melupakan hal-hal yang sudah mereka jalani dua tahun terakhir dan berusaha untuk menerima takdir yang ada.

“Aku tak mencintainya.”

“Tapi itu yang orang tuamu inginkan.”, Meili hanya menggeleng dan semakin erat memeluk pinggang Kris.

Kris menyandarkan kepalanya pada bantal yang terbalut seprei putih itu dan memejamkan matanya sedalam-dalamnya.  Karena saat sinar matahari bersinar nanti ia tak bisa lagi memeluk perempuan di sampingnya ini lagi. Ia tak akan bisa melihatnya lagi. Maka ia membiarkan dirinya sendiri kembali memeluk Meili seerat-eratnya malam ini. Mendengarkan suara salju yang turun sambil menikmati bintang-bintang yang ia harapkan terus berkerlap-kerlip sampai selama-lamanya sehingga tak ada lagi hari esok. Karena dari hati yang paling terdalamnya, Kris tak ingin meninggalkan perempuan yang kini tertidur di pelukannya.

Here I am starring, at your perfection in my arms, so beautiful.

The sky is getting bright, the stars are burnin’ out.

Somebody slow it down.

This is way too hard, ‘cause I know when the sun comes up

I will leave

This is my last glance that will soon be memories

 

Kris memandangi wajah Meili dengan teliti. Mengingat pertemuan mereka yang pertama kali. Disaat Kris tak sengaja melukai Meili dengan bola basket yang sedang ia mainkan di Universitas, dan saat-saat mereka bersama sampai malamini. Jendela yang tak tertutup tirai menunjukan Kris sebuah kenyataan. Harapannya harus terkubur dalam-dalam ketika ia menyadari langit yang mulai cerah, dan bintang-bintang yang mulai tertutup cahayanya oleh sang mentari. Kris menyadari sebentar lagi waktunya habis dan ia harus pergi. Musnah bagaikan abu yang sudah terbakar sangat lama. Kris meletakan kepala Meili yang tadinya bersandar di dadanya ke bantal di sampingnya dan menatap wajah Meili seteliti mungkin. Karena ini akan menjadi kali terakhirnya melihat wajah perempuan itu. Karena setelahnya, wajah perempuan itu hanya akan menjadi kenangan-kenangan pedih yang ingin ia bakar dalam dirinya hingga musnah tak bersisa.

“And when the daylight comes I’ll have to go. But, tonight I’m ‘gonna hold you so close. ‘Cause in the daylight, we’ll be on our own. But, tonight I need to hold you so close…”

Kris menyenandungkan sebuah lagu perpisahan pada perempuan yang kini masih terlelap. Dan ketika ia menyanyikan kata terakhir, air matanya meluncur keluar begitu saja dengan cepat. Akhirnya ia dapat menumpahkan perasaan pedih dan sakitnya kini. Dan dengan itu kepedihan yang lain akan kembali datang dan ia akan menghadapinya demi kebahagiaan perempuan yang sangat ia cintai itu.

Kris mendekatkan wajahnya pada Meili dan mengecup puncak kepala perempuan itu masih dengan air mata yang mengalir deras. Membiarkan ia berlama-lama pada saat ini karena ia tak akan menyentuh perempuan itu lagi.

“Aku mencintaimu.”, kata terakhir telah di ucapkan dan Kris hanya bisa meyelimuti Meili dan berjalan keluar kamar.

I never wanted to stop, because I don’t want to start all over, start all over

I was afraid of the dark, but now it’s all that I want,

All that I want, all that I want…

 

Kris sudah tahu konsekuensinya dari awal jika ia menjalani hubungan itu dengan Meili. Ia bukanlah laki-laki yang bisa membawa Meili kepada segala sesuatu yang lebih dari kata berkecukupan seperti laki-laki yang kini telah di pilih untuk menjadi tunangan Meili oleh orang tuanya. Namun Kris tak pernah ingin menghentikan hubungannya dan terus menjalani. Dan kini ia menyesalinya. Harusnya ia melepas Meili dari awal sehingga ia tak perlu berlarut dalam kesedihan seperti ini.

Kris selalu membenci malam, karena di saat itu ia merasa sepi dan sendiri. Namun berbeda saat ini. Ia justru tak ingin matahari datang. Karena ketika matahari datang ia harus pergi. Dan kegelapan malam lah satu-satunya hal yang Kris inginkan. Agar ia bisa terus bersama dengan perempuan yang ia cintai.

Kris berjalan dengan jaket hitamnya,ransel, juga koper dan sebuah tiket menuju Korea yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Kris berhenti tepat di depan rumah Meili dan memandang rumah itu. Lebih tepatnya ia memandang jendela kamar Meili. Karena di sana ia bisa melihat Meili tengah berdiri sambil terisak. Kris hanya tersenyum. Ia sadar ketika ia bernyanyi untuk Meili di tempat tidur Meili sudah terbangun. Karena dengan jelas Kris sudah melihat air mata Meili yang mengalir. Tapi ia kini hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya pada Meili dengan senyum yang mengembang walau hatinya sangat sakit. Kris merasa ia seperti api yang harus terus berkobar di tengah hujan demi menghangatkan seorang putri yang akan hidup damai selama-lamanya bersama seorang pangeran. Dan di kamudian hari, api itu akan mati dan menghitam lalu terlupakan. Musnah di telan pagi yang datang.

Kris masih melambaikan tangannya dan air mata kembali membasahi wajahnya. Meili yang tak dapat menahan rasa sedihnya terjatuh seketika dan membenamkan wajahnya dan terisak sekeras yang ia bisa dan ia pernah lakukan sebelumnya.

Sedangkan Kris segera membalikan tubuhnya dan kembali berjalan. Meninggalkan Meili dan kehidupan lamanya juga Beijing. Ia akan pergi ke Korea melanjutkan Studinya dan juga membiarkan sang putri berbahagia. Karena cinta bukanlah bagaimana kau berbahagia dengan orang yang kau cintai, tapi bagaimana kau melihat orang yang kau cintai itu berbahagia dengan siapapun nantinya.

Kris masih berjalan namun ia tak bisa menahan isakannya sendiri. Dan untuk pertama kalinya ia membiarkan dirinya menangis seperti anak kecil dan berjalan melawan sinar matahari yang kian lama kian terang benderang.

And when the daylight comes I’ll have to go

But, tonight I’m ‘gonna hold you so close

‘Cause in the daylight, we’ll be on our own

But, tonight I need to hold you so close…

 

Life is not a fairy tale, not all stories will end happily ever after.

Author Note: Lagi-lagi Author iseng buat Fic-_-“ Author kebanyakan Main Tap-Tap di sekolah dan pake lagu Maroon 5 yang Daylight. Terus lama kelamaan hafal dan ngerasa lagunya bagus dijadiin Songfic. So.. Jadilah.. The one of Absurd thing ever -_-“  Tapi mudah-mudahan Readers suka dan mau RCL… Hehehe… Tapi untuk Saranghaeyo Ahjussi Author belum sempet lanjutin karena kepepet waktu juga. Jadi Author harap Readers mau nunggu sedikit lebih lama.. Wkwkwk getok Author… Okelah kalo begini jadi makin panjang. Yang penting… RCL ya Readers, karena Author seneng banget kalo buka WP tahu-tahu ada yang comment dan comment-comment Readers tuh membangun semua dan sangat bermanfaat.. Jadi seneng.. Wkwkwkw.. Thanks for reading^^

Advertisements

30 thoughts on “Daylight

  1. 12mutiah99 says:

    Hayy saya readers baruu^^.
    Baca ffnya sumpahh bener2 bikin sesakk sakittnya ituu disinii thor *tunjuk jantung.
    Ff sungguh bgusss yg baca jadi kebawa suasana ceritanya daebakkk thorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s