Family · Romance · Sad

Remembering You and the Fireflies

Author: Dreamcreampiggy

Genre: Romance, Sad, Family

Length: Ficlet

Rating: Teenager

Cast: -Zhang Yi Xing/Lay (EXO-M)

– Soo Yun So (OC)

*Huruf bercetak miring berarti Flashback*

~*oOo*~

Kunang-kunang. Serangga kecil bercahaya yang menerangi setiap malamku. Serangga yang tetap terbang ke manapun ia ingin. Seperti cinta. Ia bisa saja menghinggapi dua orang yang sebenarnya tak boleh saling mencintai. Aku ingin bertanya pada seluruh orang di dunia ini.

Pernahkan kalian mengingat seseorang yang tak mungkin kalian lihat lagi? Pernahkah kalian merasakan sakitnya sebuah kenyataan itu berkata? Di saat kalian tak bisa mencintai seseorang yang sangat kalian cintai. Itu lah aku. Rasanya begitu sakit ketika mengingatnya mengorbankan jiwa dan raganya. Membiarkan dirinya yang merasakan segala rasa sakit dan menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk perempuan sepertiku.

~*oOo*~

Aku sudah memikirkan semuanya dengan yakin. Aku tak mungkin hidup seperti  ini. Mencintai seseorang yang tak bisa kucintai. Satu-satunya yang bisa aku lakukan hanyalah berdiri disini dan menunggu akhir hidupku sendiri.

“Yun So! Awas!”

“Oppa jangan menghampiriku! Jangan!”

“NIIIINNNNNN”

Dan di antara suara bising dan silaunya lampu kereta di tengah malam aku menyaksikannya mendorongku kencang. Aku tahu. Harusnya itu akan sangat sakit. Namun tidak. Ia melakukannya dengan penuh kasih sayang. Menjagaku hingga akhir hidupnya. Menggantikan diriku yang tadinya ingin menyerah dari hidup ini.

Aku menangis. Aku berteriak kencang begitu melihatnya terbaring dengan napas yang bisa berhenti kapan saja. Di tengah-tengah lautan darah merah yang tak akan pernah berhenti. Ya Tuhan.. Aku berharap ini tak terjadi.

“Saranghae..”, katanya bersusah payah untuk menahan air mata yang sedikit demi sedikit mengalir. Aku hanya bisa memejamkan mata sambil menangis kencang. Meraung-raung meminta tolong pada siapapun untuk membawanya ke rumah sakit. Menyelamatkannya. Namun nihil. Tak ada satu pun makhluk hidup disana kecuali kami berdua dan seekor kunang-kunang.

“Kau lihat kunang-kunang itu?  Jika aku tak ada. Cobalah untuk melihatnya sendiri. Tak perlu takut. Aku akan melindungimu.”, katanya. Kenapa ia masih bicara? Kenapa ia masih memikirkan diriku? Bahkan disaat kematian sudah sangat dekat dengan dirinya. Kenapa?

“Tunggu sebentar. Aku akan menelpon ambulans Oppa. Tolong bertahan. Kumohon.”, kataku. Rasanya air mata yang selama ini selalu ku pendam dan ku tutupi tumpah begitu saja. Aku tak bisa berhenti terisak melihat darah segar yang tetap mengalir karena penyakitnya.

“Percuma. Walau aku selamat kita tak akan bisa bersama kan?”, katanya. Suaranya kian melemah dan tersendat-sendat.

“Ingatlah aku ketika kau melihat kunang-kunang. Karena aku akan selalu menjadi cahaya alami bagimu ketika kau takut akan kegelapan. Saranghae Soo Yun So.. Saranghae..” 

Itulah kali terakhir aku mendengar suaranya yang lembut. Melihatnya dan merasakan dirinya yang dapat menggenggam tanganku erat dan penuh kasih sayang. Selamat tinggal Yi Xing Oppa… Aku juga mencintaimu.

~*oOo*~

“Kau harus tabah. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Yi Xing.”

Kata-kata seperti itu lah yang setiap orang selalu katakan padaku saat pemakaman Yi Xing Oppa. Mereka bersedih? Tidak. Kalian tidak bersedih. Bahkan kalian baru mengenalnya.

Kini aku hanya bisa terduduk di depan piano dimana Yi Xing Oppa selalu memainkannya saat kami sarapan, atau saat malam datang sebelum aku lelap dalam tidur. Mengingatnya hanya membuat dadaku semakin sakit dan sesak. Bodoh. Aku pikir dengan mati aku bisa menyelesaikan masalah ini. Aku kira dengan membiarkan kereta yang melaju cepat menabrak tubuhku akan mengantarkanku pada kebahagiaan. Tapi aku salah. Aku justru membuat orang yang sangat kucintai harus menanggung bebanku.

Di atas piano putih ini aku melihat kembali sebuah map berwarna coklat yang aku temukan di meja kamarnya. Aku membuka amplop itu perlahan dan menemukan paspor beserta tiket pesawat yang harusnya sudah lepas landas 4 jam yang lalu. Saat acara pemakaman Yi Xing Oppa dimulai.

Sebelum aku memasukan paspor dan tiket itu kembali, aku merasakan sesuatu di dalamnya dan dengan perlahan mengeluarkan benda yang ternyata sebuah surat. Aku beranjak dari kursi menuju taman belakang dan terduduk di bangku taman yang tepat berada di bawah pohon Maple.

Aku membuka surat itu dan membacanya perlahan. Ditemani gelap malam dan hanya di terangi oleh beberapa kunang-kunang yang selalu menampakan dirinya di taman belakang.

Soo Yun So,

Yun So-ya. Sebelumnya aku ingin meminta maaf. Aku harus mengingkari janji kita selama ini. Janji yang mengatakan kita akan selalu bahagia bersama. Tapi, aku akan menjawab pertanyaan mu selama ini. Kau sering bertanya kan seperti apa aku sewaktu kecil? Sewaktu kecil, aku hidup sendirian di sebuah panti asuhan. Rasanya sangat tak menyenangkan. Apalagi jika kau melihat temanmu pergi dan mendapatkan orang tua baru. Dulu aku mempunyai seorang adik perempuan. Namun karena usia ku yang masih sangat muda, aku tak dapat mengingat nama ataupun wajahnya dengan jelas. Aku sangat sedih begitu melihatnya pergi meninggalkan aku dan mendapatkan orang tua yang baru. Aku ingat aku tak ingin makan saat itu.

 

Tapi, setelah bertahun-tahun lamanya dan aku beranjak dewasa, aku bisa melupakan adikku yang satu itu. Sama seperti aku melupakan orang tua ku sendiri yang dengan kejamnya sudah membuangku dan adikku di panti asuhan ini. Perjalananku semakin sulit. Namun aku membuatnya lebih indah dengan musik. Begitu juga saat aku melihatmu. Saat aku melihat dirimu yang masih menjadi adik kelasku di sekolah. Kau sangat cantik. Dan aku akui. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu.

 

Saat aku menyatakan perasaan padamu, sebenarnya aku sangat gugup. Aku takut kau menolakku. Namun ternyata kau menerimanya. Dan setelah melewati tahun-tahun bersama denganmu, aku mendengar orang tua yang pernah mengadopsi adikku ingin mengadopsi ku juga. Aku gembira sekali. Akhirnya aku bisa bertemu dengan adikku lagi. Dan saat aku bertemu dengan adikku… Aku ingin sekali tak pernah dilahirkan di dunia ini.

 

Karena aku harus menerima bahwa adikku adalah Soo Yun So. Gadis yang sangat aku cintai.

 

Semenjak itulah aku merasakan cinta itu menyakitkan. Kita seperti berdiri di antara jurang yang dalam. Jika kita memilih bersatu maka kita akan jatuh kedalam jurang itu dan mati bersama. Namun karena aku ingin kau bahagia jadi aku membiarkan diriku yang pergi. Karena cinta tak harus memiliki kan? Tapi aku sempat berpikir. Jika aku tak ada, siapa yang akan menemanimu bermain dengan kunang-kunang ketika malam hari? Siapa yang akan membantumu menangkap mereka dan memasukannya kedalam toples lagi? Kau kan takut gelap? Bukannya kau butuh aku untuk menuntunmu menuju kegelapan?

 

Sayangnya aku tak bisa lagi. Aku harus melepasmu jauh sekali. Aku harus pergi ketempat yang tak bisa kau jangkau. Jadi. Jangan takut lagi dengan kegelapan. Ada gelap ada terang. Ada malam hari ada siang hari. Ada cinta ada patah hati. Ada perjumpaan dan ada perpisahan. Aku pasti akan merindukanmu. Namun, aku harus melepasmu. Aku harus melepasmu jauh sekali. Membiarkan aku yang merasakan sakit ini. Membiarkan kau bahagia suatu saat nanti dengan pria yang menyayangimu. Yang dapat berada di sisimu.

 

Yun So-ya. Ingatlah aku ketika kau melihat kunang-kunang. Karena aku akan selalu menjadi cahaya alami bagimu ketika kau takut akan kegelapan. Saranghae Soo Yun So.. Berbahagialah. Selamat tinggal.

 

Zhang Yi Xing

 

Surat itu terjatuh begitu saja ke tanah, mengusir beberapa kunang-kunang. Setitik air mata terjatuh begitu saja dari mataku. Kian lama semakin deras. Yi Xing Oppa benar. Ia pergi jauh sekali. Bahkan keajaiban apapun tak akan membawaku kesana kecuali dengan tangan Tuhan. Tapi bukan itu yang ia inginkan. Ia tak ingin begini. Ia merelakan hidupnya hancur karenaku.

~*oOo*~

“Lihat. Aku menangkap satu lagi Oppa. Kau lihat? Bagus kan?”, kataku sambil tersenyum walau sebenarnya aku sedih. Aku tak bisa memandangnya sebagai seorang pria lagi. Aku harus memandangnya sebagai seorang ‘Kakak’ sekarang.

“Aish.. Kau pintar sekali. Kau tak takut lagi?”, tanyanya sambil mendekatiku. Kami berdua yang tadinya berjongkok segera bangkit lalu berjalan dan terduduk di bangku taman. Aku memeluk toples itu sambil bersandar padanya. Memandangi bulan malam itu yang kelihatan sangat indah. Entah mengapa bersamanya itu membuatku tak takut dengan kegelapan. Benar. Ialah cahayaku.

“Aku rasa kita tak bisa terus begini.”, katanya. Tolong. Tolong jangan pembicaraan ini lagi.

“Aku tak perduli Oppa. Aku mencintaimu. Aku ingin bersamamu.”, kataku dengan wajah menunduk.

“Cinta itu tidak harus memiliki Yun So. Ketika kau melihat pasanganmu bahagia. Disitulah kau mendapatkan arti kebahagiaan sesungguhnya. Tak melihat bagaimana kejamnya nasib ini membawamu. Kau harus tersenyum ketika ia senang. Kau harus menghiburnya saat ia sedih. Tapi kau tak harus berada di sisinya jika itu hanya membuatnya tak bahagia.”, kata Yi Xing Oppa. Aku merasa pria ini terlalu baik untukku.

“Tapi arti kebahagiaanku itu Oppa.”, kata ku mengelak.

“Kalau arti kebahagiaanmu itu aku. Berarti kita tak akan terlahir dari rahim yang sama. Dengar Yun So. Aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, sedih, atau menangis. Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu. Bahkan jika aku bisa. Aku akan menukarkan nyawaku untuk kebahagiaanmu suatu saat nanti. Dan jika kau merindukan aku. Lihatlah kunang-kunang itu. Bagaimanapun ia tetap menyala walau ia harus mati keesokan harinya.”

Aku mencondongkan tubuhku ke arahnya dan mengecup bibirnya singkat. Terima kasih karena sudah menyemangatiku Oppa.

~*oOo*~

Kenangan bersamanya masih terus berputar di kepalaku. Seandainya aku tak menyerah. Seandainya aku tak berpikir untuk mengakhiri hidupku dengan cara itu. Yi Xing Oppa pasti masih hidup. Malam ini pasti ia akan kembali menemaniku menikmati cahaya bulan dan kunang-kunang. Tapi sekarang itu tak akan pernah terjadi.

Benar. Kami memang berdiri di dua sisi jurang yang berbeda. Tadinya ia ingin berbalik pergi meninggalkanku agar bahagia namun ia malah menjatuhkan dirinya ke dalam jurang dan mati sendirian. Sungguh malang.

Tapi sekeras apapun aku berharap dan berdoa ia tak akan pernah kembali. Aku hanya bisa mendoakan ia dari sini. Bertahan mencari kebahagiaanku dan mempertahankan sumber cahaya untuk menerangiku dalam gelap. Karena sekarang, ia telah menjadi jutaan kunang-kunang yang selalu berada di sisiku.

“Oppa, terima kasih sudah menerangiku dalam gelap. Melindungi ku saat kesusahan dan mengorbankan nyawamu demi ku yang tak bisa melakukan apapun. Aku juga mencintaimu.”

~*oOo*~

Dan ketika Yun So pergi meninggalkan tempat itu, tanpa menyadari suratnya yang jatuh, beratus kunang-kunang lain menampakan dirinya dan hinggap di sekeliling surat terakhir yang Yi Xing tinggalkan untuk Yun So.  Kunang-kunang itu berpendar-pendar seakan ikut menangisi kepergian tuannya. Merekapun akhirnya kembali berterbangan menuju jendela kamar Yun So. Hinggap disana dan terdiam. Membiarkan cahaya mereka memasuki kamar gelap itu. Menjadi cahaya alami bagi Yun So yang takut kegelapan. Seperti apa yang di janjikan Yi Xing.

“Karena aku mencintaimu. Maka aku memberikan hidupku untukmu Soo Yun So.”

~KKEUT~

Author’s Note: Annyeong! Author kali ini buat Ficlet. Masih dengan Lay.. Alesannya agak miris sih -_-“ Curhat dikit ya.. *Ehem* Jadi Author ikut salah satu contest FF, tapi ternyata gak menang. Dan FF ini yang Author kirim. Yah mungkin Author harus tambah pengalaman lagi. Karena Author belum sampe 1 tahun berkecimpung di dunia penulisan. Paling baru 9 bulan.. Dan setiap orang kan punya selera berbeda… Lanjut ke cerita… Author harap Readers mau RCL^^ Karena Author sangat memerlukan kritik dan saran yang membangun dari para Readers. Dan untuk FF Request Kris dan Kai, Author masih dalam tahap pembuatan dan perangkaian cerita.. Jadi untuk Eonnideul maaf ya kalo agak lama.. Hehehe.. Jangan lupa RCL Readers^^

Advertisements

10 thoughts on “Remembering You and the Fireflies

  1. wah,
    sedih bgt T_T
    kenapa lay mati coba?
    kenapa???
    *korban iklan

    ff nya bgus kok cingu,
    mgkn lg blm bruntung aja.
    tp alur’a emg agak kecepetan si.
    tp jgn patah semangat nulis ya 🙂
    *pukpukauthor

    bias’a lay ya?
    cast ff ficlet’a lay terus,
    tp emg ff ttg lay emg dkit bgt si ya.
    bsk klo bkin ff oneshoot lg,
    aku request cast’a xiumin ya? 🙂 n_n

    1. Hehehe.. Tapi Author berdoa Lay panjang umur di Dunia nyata.. Iya Chingu memang Author baca lagi juga banyak banget yang kurang.. Huwee… Hehehe iya Author bias-nya Lay. Dan emang FF kebanyakan Kris, Sehun, Kai antara tiga itu.. Oke Chingu Author usahakan ya^^ Gomawo sudah baca dan comment^^

  2. Kyakkkkkkkkkkkkkk
    DEBAEK SAENGIE tp kok Nyesek amat, knpa lay nya mati saengie
    Aishhhhh mlm2 bc yg sedih hbsin tisu tw
    Hiks hiks br aj buka wp ni udh diksi sedih
    Huhuhu lain kali bwt ending y saengie
    Aq masi tgu saranghae ahjussi sm requestku
    Ah berharap exo member FFx bhgia semua

    1. Hehehe Gomawo sudah baca dan comment Eonnie^^ *Kasi Tissue baru ke Eonni* Iya Eonn entahlah inspirasi yang aneh datang tiba-tiba begitu saja.. Wkwkwk.. Oke Eonnie, untuk Saranghaeyo Ahjussi sudah dalam tahap ketik mengetik hehehe.. Tapi kalo Request Eonni masih nyusun cerita.. Mian Eonn TT_TT Jangan bosan nunggu ya~ Sekali lagi Gomawo^^

  3. Oh My Godness… Why Why Why yixing died??
    I Cant…. ㅠ.ㅠ
    Too short,next time make lay story with long shoot please..kkkkk
    It so sad story..
    Not won it doesn’t your story not good,maybe you must still studied how to arrange nice sentences.
    But i always like your story..
    Hmm..still wait for saranghaeyo ahjussi..

    i cant wait >_<
    Make one one shoot for Kris also!

    1. Hahaha I don’t know how can I made Xing Xing died. Thank you so much Eonni for the advice^^ I’ll try to learn more and more start from now on!! *Fighting myself* Saranghaeyo Ahjussi still on making.. And for Kris Oneshot I still arrange the story.. So I hope Eonni wanna wait hehehe.. Thank you for read and comment Eonni^^

      1. For kris story,that all i want just happy ending.. cant accept the sad ending *kick me,kkkk*
        You such tease me,aaahhh..need that story soon!!!
        I cant wait anymore baby…hahaha
        Oke just concern to your story,dont care about me..hahaha
        Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s